Upaya Turunkan Kasus Stunting di Bumi Majapahit, Bupati Mojokerto Gelar Gelora Cinta dan Pusyangatra

Berita Eksklusif
Keteranganh Foto : Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam acara Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta), dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Pusyangatra). 

Mojokerto, Eksklusif.co.id – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati berupaya menurunkan angka stunting di Bumi Majapahit. Salah satunya dengan menggelar Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta), dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Pusyangatra).

Kali ini, Dua program itu dilaksanakan di Desa Manting, Kecamatan Jatirejo, pada Kamis (31/8) siang. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto ini diikuti oleh ibu hamil, ibu-ibu balita, dan wanita usia subur. Program Gelora Cinta dan Posyangatra ini juga menjadi salah satu program yang selaras dengan program nasional dalam menekan angka stunting tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati Ikfina Fahmawati membuka sesi tanya jawab kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan terkait keluarga sejahtera, KB, gizi ibu hamil, dan bahaya stunting. Kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Sugeng Nuryadi, jajaran Forkopimca Jatirejo, dan Kepala Desa Manting.

Dalam arahannya, Bupati Ikfina menjelaskan, kondisi stunting merupakan ancaman besar bagi negara, karena stunting sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.

“Kekurangan gizi dan infeksi yang berlanjut pada balita memiliki dampak buruk bagi perkembangan kognitif. Sehingga tingkat kecerdasan mereka di bawah rata-rata. Tingkat kecerdasannya 20 persen lebih rendah dari anak kondisi normal,” ujarnya.

Untuk menghindari hal itu, Bupati Ikfina mengimbau agar orang tua bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan sejak dilahirkan. Karena kandungan ASI sendiri memiliki zat kekebalan tubuh yang membuat bayi tidak gampang sakit.

“Semua orang tua ingin anaknya lebih mulia dari mereka. Tapi itu tidak bisa begitu saja, melainkan harus diupayakan. Baik gizi, stimulasi, dan pengasuhan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi luar biasa,” ungkapnya.

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga menjelaskan tantangan ibu hamil untuk mencegah bayi stunting, salah satunya lingkar lengannya tidak boleh kurang dari 23,5 cm, karena hal tersebut, menjadi tanda minimal kecukupan gizi bagi ibu hamil.

Bupati Ikfina juga menambahkan, pasangan usia subur (PUS) yang terlalu tua atau lebih dari 35 tahun diharapkan tidak hamil lagi, karena usia ibu diatas 35 tahun sangat berpotensi melahirkan bayi stunting.

“Karena ada masa sel telur. Makin tua usia ibu, kualitas sel telurnya sudah kurang baik. Maka dari itu apabila masih mengalami menstruasi, dianjurkan memakai KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP),” jelasnya.

Sementara itu, sebagai orang tua juga harus bisa membentuk karakter anak menjadi baik. Dalam hal ini, Bupati Ikfina menjelaskan, terdapat beberapa tahapan interaksi lingkungan yang membentuk karakter anak dimasa yang akan datang.

Seperti halnya, ketika anak usia 0 hingga 1 tahun, ini menjadi momen anak belajar percaya dengan orang lain. Selanjutnya, pada usia 1 hingga 3 tahun, ini menjadi momen seorang anak dalam masa pembentukan karakter.

“Seorang ibu punya peran yang sangat penting, agar bisa membentuk karakter anak bisa menjadi percaya diri,” pungkasnya. (Dhn;Rzk;Foto:Mki;Agm/Ar/it).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *