Sidoarjo, Eksklusif.co.id – Pelaksanaan Sedekah Bumi di Desa Banjarkemuning, Kecamatan Sedati, tahun ini tetap dapat dilaksanakan dan berjalan sesuai rencana. Meski digelar dengan sederhana, tradisi budaya tersebut tetap berlangsung lancar, aman, dan sukses, tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa Banjarkemuning, Zainul Abidin, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi tahun ini memang tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk empati dan keprihatinan terhadap saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah dan bencana alam.
“Dalam kondisi seperti ini, Sedekah Bumi tetap bisa kita laksanakan. Alhamdulillah berjalan teratur, meskipun tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Kita ikut merasakan dan menghormati saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ungkapnya, Sabtu (7/2/2026).
Meski demikian, tradisi desa tetap dijalankan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya melestarikan budaya Jawa. Sedekah Bumi dilaksanakan pada bulan Ruwah dengan berbagai rangkaian kegiatan.
Serangkaian acara yang digelar antara lain pengajian, kirim doa melalui tumpengan, pagelaran wayang kulit, serta Sedekah Bumi atau petik laut bagi desa yang berada di wilayah pesisir.
Zainul Abidin menegaskan bahwa Desa Banjarkemuning setiap tahunnya selalu konsisten menggelar Sedekah Bumi atau ruwat petik laut. Hal tersebut dilakukan karena kegiatan tersebut telah menjadi tradisi yang mengandung nilai budaya dan sejarah leluhur.
“Sudah jelas kegiatan ini dilakukan karena merupakan tradisi, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mengenang nenek moyang,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini, tercatat sekitar 147 perahu nelayan turut serta dalam prosesi petik laut, yang diikuti ratusan warga Desa Banjarkemuning. Rangkaian kegiatan ruwat desa dilanjutkan dengan doa bersama, kemudian petik laut sebagai puncak acara, serta ditutup dengan pagelaran wayang kulit.
“Kami panjatkan doa, semoga dengan adanya ruwat desa ini, warga Desa Banjarkemuning diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, serta dijauhkan dari balak dan musibah,” kata Zainul Abidin.
Di tempat terpisah, salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan sejak jauh hari, termasuk menyiapkan perahu nelayan yang dilengkapi dengan sound system.
“Kami mempersiapkan perahu sejak kemarin. Di dalam perahu sudah kami pasang sound full musik. Kegiatan ini kami laksanakan secara sederhana, namun tanpa mengurangi nilai dan norma budaya. Yang terpenting warga bisa menerima, bermufakat, dan berpartisipasi dalam hajatan desa ini,” pungkasnya.
(Ali)
![]()













