Pemerintah

Gelombang Demo Pecah di Berbagai Daerah, Buruh hingga Mahasiswa Sampaikan Tuntutan

20
×

Gelombang Demo Pecah di Berbagai Daerah, Buruh hingga Mahasiswa Sampaikan Tuntutan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, eksklusif.co.id — Aksi demonstrasi besar terjadi di sejumlah daerah Indonesia pada Kamis (28/8/2025). Ribuan buruh, mahasiswa, hingga kelompok ojek online (ojol) turun ke jalan membawa berbagai tuntutan.

Di Jakarta, aksi pertama digelar Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB) di depan kompleks parlemen. Mereka membawa enam tuntutan utama, antara lain: hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM), kenaikan Upah Minimum Tahun 2026 sebesar 8,5–10,5 persen, hentikan PHK dan bentuk Satgas PHK, serta reformasi pajak perburuhan.

Buruh juga menuntut kenaikan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) menjadi Rp7,5 juta per bulan, penghapusan pajak pesangon, THR, JHT, serta penghapusan diskriminasi pajak terhadap perempuan menikah. Aksi ini berakhir damai.

Selanjutnya, kelompok mahasiswa menggelar aksi di depan dan belakang kompleks parlemen. Mereka menyoroti tunjangan DPR yang dinilai berlebihan. Namun, aksi berakhir ricuh setelah aparat membubarkan massa dengan gas air mata. Situasi makin memanas hingga Jumat (29/8) dini hari setelah seorang driver ojek online terlindas mobil polisi.

Massa kemudian mendatangi Mako Brimob, sementara tujuh anggota Brimob diperiksa Propam. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.

Di Surabaya, ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Timur menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jatim. Massa yang mengenakan topeng Sri Mulyani membentangkan spanduk berisi kritik, di antaranya tuntutan penghapusan pajak pesangon, THR, dan JHT.

Gelombang aksi serupa juga terjadi di Bandung. Buruh yang berunjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, menyuarakan tuntutan senada, yakni penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, penghentian PHK, pembentukan Satgas PHK, serta reformasi pajak perburuhan.

Gelombang demonstrasi di berbagai daerah ini menunjukkan meningkatnya keresahan publik terkait ketenagakerjaan, kesejahteraan buruh, dan kebijakan ekonomi yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. (Tutik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *