Blitar, eksklusif.co.id – Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Santika Tirta Sari, Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, sukses melaksanakan program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) secara swakelola. Proyek ini menunjukkan kemajuan signifikan dengan progres pekerjaan telah mencapai 50 persen.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan yang dipimpin Ketua HIPPA Suyanto tersebut bernilai Rp195 juta, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Proyek berlangsung selama 100 hari kalender, mulai 4 Agustus hingga 11 November 2025, dan bertujuan meningkatkan tata kelola air di Daerah Irigasi (DI) Dermenen. Program ini berada di bawah naungan Kementerian PUPR, Ditjen Sumber Daya Air, serta BBWS Brantas.
Menurut Suyanto, pelaksanaan secara swakelola membuat seluruh pengerjaan dilakukan oleh anggota HIPPA sendiri. Cara ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan, tanggung jawab, serta memastikan kualitas pekerjaan sesuai kebutuhan lahan pertanian setempat.
“Proyek ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Klemunan. Dengan irigasi yang lebih baik, kami berharap hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” ujar Suyanto optimis, Jumat (29/8/2025).
Keberhasilan HIPPA Santika Tirta Sari ini mendapat dukungan penuh dari Lurah Klemunan, Gatot Triatmojo, yang aktif memantau dan memberi motivasi petani. Proyek tersebut diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani lain dalam mengelola program serupa, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat melalui skema swakelola mampu menghasilkan pembangunan infrastruktur yang efektif dan berkelanjutan.
(Suwito Hadi)