Pemerintah

Pameran Seni Digital Prancis “Escape: Reloaded” Perdana di Indonesia, Tampil di Sidoarjo

31
×

Pameran Seni Digital Prancis “Escape: Reloaded” Perdana di Indonesia, Tampil di Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, eksklusif.co.id – Untuk pertama kalinya, pameran seni digital internasional Escape: Reloaded resmi hadir di Indonesia. Karya-karya seniman digital asal Prancis ini dipamerkan pada 29 Agustus–5 September 2025 di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Sidoarjo.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Rumah Budaya Malik Ibrahim dengan Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya. Pameran menghadirkan pengalaman imersif yang mengajak publik menyelami kebudayaan digital Prancis secara langsung.

Pendiri sekaligus pengelola Rumah Budaya Malik Ibrahim, Satriagama Rakantaseta, menyebut pameran ini membuka ruang baru bagi masyarakat Sidoarjo untuk berinteraksi dengan dunia internasional.

“Selama ini hubungan dengan luar negeri lebih banyak melalui sektor bisnis. Kini budaya hadir sebagai jembatan baru yang mempererat hubungan antarbangsa,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (28/8/2025).

Momentum ini semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan hubungan diplomatik Indonesia–Prancis. Selama setahun terakhir, Sidoarjo aktif menjalin kerja sama budaya sebagai wujud kontribusi menjaga persahabatan antarnegara.

Sebagai rangkaian kegiatan, pada 31 Agustus serta 4–5 September akan digelar lokakarya, diskusi, hingga pemutaran film. Agenda tersebut diharapkan memperkaya pemahaman lintas budaya sekaligus memperluas jejaring masyarakat lokal dengan komunitas global.

Direktur IFI Surabaya, Sandra Vivier, menjelaskan tema pameran “Sejarah Internet dan Perubahan Budaya” dipilih untuk mengajak generasi muda memahami perjalanan sejarah internet dan dampaknya terhadap kehidupan.

“Kami ingin generasi digital sadar bagaimana internet berkembang dan membentuk perilaku sosial, politik, hingga budaya,” ujarnya.

Salah satu karya yang ditampilkan adalah karya Max Humberg, yang menyoroti fenomena figur dunia maya sebagai sosok berpengaruh sekaligus menggambarkan sifat konsumtif masyarakat akibat internet.

Pemilihan Rumah Budaya Malik Ibrahim dinilai tepat karena menjadi pusat aktivitas seni dan kebudayaan di Sidoarjo. Melalui pameran ini, IFI berharap dapat memperluas wawasan generasi muda sekaligus memperkuat posisi Sidoarjo sebagai pusat budaya inovatif di Indonesia.

“Pameran ini bukan sekadar tontonan, melainkan ruang interaksi yang memberi kesempatan masyarakat Indonesia merasakan langsung dinamika seni digital Prancis,” tegas perwakilan IFI Surabaya.

Dengan instalasi interaktif, karya visual, dan pengalaman imersif, Escape: Reloaded menjanjikan sebuah perjalanan seni digital yang menghubungkan budaya lokal dan global. (Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *