Nusantara

Miris! Paket MBG Sumberharjo Diduga Tidak Layak, Wali Murid: “Hanya Camilan, Bukan Makan Siang”

×

Miris! Paket MBG Sumberharjo Diduga Tidak Layak, Wali Murid: “Hanya Camilan, Bukan Makan Siang”

Sebarkan artikel ini

SUMBERHARJO, Eksklusif.co.id – kecamatan Sumberrejo Bojonegoro Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), menuai kritik tajam dari orang tua wali murid di wilayah Sumberharjo. Alih-alih mendapatkan asupan nutrisi seimbang untuk tumbuh kembang anak, paket yang dibagikan justru terlihat sangat memprihatinkan dan tidak memenuhi standar kecukupan gizi.
Berdasarkan foto yang beredar dan laporan warga, paket tersebut hanya berisi:
* Dua buah jeruk kecil.
* Beberapa keping keripik tempe.
* Empat butir kudapan kecil (diduga bakso goreng atau tahu) dalam kemasan plastik.
Keluhan di Tengah Bulan Ramadan
Kekecewaan orang tua semakin memuncak mengingat saat ini memasuki bulan Ramadan. Banyak siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa dan sangat membutuhkan asupan nutrisi yang berkualitas saat berbuka maupun sahur untuk menjaga stamina mereka.

“Sangat tidak pantas. Ini bukan makan siang bergizi, ini hanya camilan ringan. Anak-anak kami butuh karbohidrat, protein, dan sayuran, apalagi banyak yang sedang belajar berpuasa. Kalau isinya hanya seperti ini, di mana letak ‘bergizi’ yang dijanjikan pemerintah?” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Ketimpangan Realita dan Janji Pemerintah
Masyarakat menilai paket yang diberikan di Sumberharjo ini sangat kontras dengan narasi pemerintah pusat yang menjanjikan menu lengkap (nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu).
Poin-poin yang menjadi sorotan warga:
1. Ketiadaan Makanan Pokok: Tidak ada nasi atau sumber karbohidrat utama yang mengenyangkan.
2. Minim Protein: Lauk yang diberikan sangat sedikit dan hanya berupa olahan gorengan.
3. Anggaran Dipertanyakan: Warga mempertanyakan alokasi anggaran per porsi jika hasil yang diterima di lapangan hanya berupa paket alakadarnya tersebut.

Harapan Masyarakat Wali murid mendesak pihak sekolah dan instansi terkait untuk segera mengevaluasi penyedia jasa (vendor) makanan tersebut.

Mereka meminta transparansi dan pengawasan ketat agar program MBG tidak hanya menjadi formalitas belaka, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesehatan anak-anak di Sumberharjo.

(Dwi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *