LAMONGAN, Eksklusif.co.id – Kepala Desa Bulutigo, Kecamatan Laren, Rozim, memberikan klarifikasi terkait polemik pelantikan perangkat desa baru (Kasun) berinisial T yang belakangan menjadi perbincangan. Dengan sikap rendah hati dan terbuka, Kades Rozim menegaskan bahwa seluruh proses penjaringan hingga pelantikan didasarkan pada mekanisme aturan yang berlaku tanpa adanya intervensi pribadi.
Menanggapi kabar mengenai rekam jejak masa lalu perangkat desa terpilih yang dikaitkan dengan kasus di wilayah lain, Rozim menyatakan ketidaktahuannya secara mendalam. Hal ini dikarenakan proses administrasi sepenuhnya berada di tangan Panitia Seleksi yang telah dibentuk secara independen.
Murni Hasil Kerja Panitia Seleksi, Kades Rozim menjelaskan bahwa sebagai kepala pemerintahan desa, ia sangat menghormati kinerja panitia yang telah bekerja keras menyaring putra-putri terbaik. Ia mengaku tidak masuk terlalu jauh ke dalam ranah teknis pendaftaran guna menjaga profesionalitas tim seleksi.
“Saya kurang faham (terkait latar belakang tersebut), karena memang tidak sekampung dengan saya. Terkait ada masalah dengan siapa atau perkara apa, saya juga tidak tahu,” terang Rozim dengan jujur saat memberikan keterangan.
Ia menambahkan bahwa sejak awal pendaftaran hingga penetapan calon, dirinya memberikan kepercayaan penuh kepada Panitia. Hal ini dilakukan demi menghindari tudingan miring adanya titipan atau permainan jabatan di tingkat desa.
Menjaga Netralitas dan Profesionalitas, Rozim menegaskan komitmennya untuk membangun Desa Bulutigo dengan perangkat yang siap bekerja. Terkait sosok Toni yang kini menjabat, Rozim melihatnya sebagai warga yang mendaftar secara sah melalui jalur yang disediakan oleh sistem desa.
“Urusan siapa yang daftar semuanya sudah ditangani oleh Panitia. Saya tidak sampai masuk ke dalam, apalagi sampai melakukan intervensi ke Panitia, itu tidak pernah saya lakukan,” tegasnya kembali.
Tetap Fokus pada Pelayanan Masyarakat, Meski dihujani pertanyaan oleh awak media, Rozim tetap menunjukkan sikap kooperatif namun tetap mengutamakan kewajibannya sebagai pemuka masyarakat. Di tengah kesibukannya memimpin desa, ia memohon maaf jika belum bisa memberikan keterangan panjang lebar karena harus membagi waktu dengan kegiatan kemasyarakatan dan ibadah.
“Mohon maaf, saya hendak menjalankan jamaah dulu karena sudah ditunggu jemaah lain, tidak enak kalau terlambat,” ucapnya dengan santun sebelum menutup pembicaraan.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan simpang siur informasi di masyarakat. Pihak Pemerintah Desa Bulutigo berharap semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan mendukung perangkat desa yang baru dilantik untuk mulai bekerja demi kemajuan desa. (Dwi)
![]()













