Nusantara

Video Proyek Jalan Desa Kemiri Bikin Heboh, Diduga Ada Pekerjaan Asal-Asalan

×

Video Proyek Jalan Desa Kemiri Bikin Heboh, Diduga Ada Pekerjaan Asal-Asalan

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO, Eksklusif.co.id – Video yang dibuat secara amatir dengan durasi 1 menit 59 detik dari akun Surgi Kemiri telah membuat banyak orang berbicara tentang kualitas pembangunan jalan beton di Desa Kemiri, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonnegoro. Video itu jadi bukti yang jelas kalau ada dugaan pekerjaan konstruksi yang tidak benar, yang tidak hanya menyalahi aturan tentang cara mengelola proyek infrastruktur dengan terbuka, tapi juga membahayakan orang yang mau pakai jalan dan membuat jalan tidak awet padahal dibangun dengan uang negara.

Dari pemeriksaan yang dilakukan secara cermat dan pengecekan langsung di lokasi, ditemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan standar cara membuat jalan yang sudah ditetapkan:

Besi stros tidak dihubungkan dengan besi begel, dan rangka besi wiremesh juga tidak diikat dengan kawat bendrat. Cara pemasangan yang seperti ini menunjukkan bahwa tidak diperhatikan bagaimana jalan bisa menahan beban kendaraan. Akibatnya, jalan jadi mudah retak dan tidak tahan lama.

Selain pemasangan yang salah, kedalaman lobang tempat besi stros dipasang juga diduga tidak sesuai dengan ketentuan teknis. Standar pembangunan jalan beton mengharuskan besi stros ditempatkan pada kedalaman tertentu agar bisa memberikan dukungan yang maksimal pada struktur jalan. Jika kedalaman tidak tepat, maka daya tahan jalan akan berkurang drastis dan berisiko runtuh saat digunakan dalam waktu singkat.

Pengecoran beton dilakukan di atas tanah yang berlumpur dan sering tergenang air, tanpa melakukan proses pengeringan dan pemadatan tanah dengan benar. Ini adalah kesalahan besar dalam cara pembuatan jalan, karena bisa menyebabkan permukaan jalan miring atau turun secara tidak rata.

Ditemukan sampah plastik di dalam bagian fondasi jalan. Hal ini menunjukkan bahwa ada upaya untuk menghemat biaya dengan cara memakai bahan yang tidak cocok, padahal cara ini tidak boleh dilakukan.

Melihat kondisi yang seperti ini, warga Desa Kemiri mengungkapkan kekhawatiran mereka dan menuntut agar ada tanggung jawab dari pihak yang terkait:

“Kami lihat sendiri kalau pembuatan jalan ini dilakukan dengan seenaknya dan jauh dari standar yang baik. Kalau dasar jalan saja sudah ada sampah dan besinya tidak diikat dengan benar, pasti jalan ini akan cepat rusak. Kami minta pemerintah tidak hanya menganggap ini masalah teknis semata, tapi juga sebagai kerugian bagi kami yang sudah membayar pajak untuk pembangunan ini.” ujar salah satu warga Kemiri pada hari Sabtu (17/1).

Sampai saat ini, tanggapan resmi dari Kepala Desa Kemiri belum bisa dikonfirmasi. Kondisi ini disebabkan minimnya akses komunikasi di wilayah tersebut, sehingga belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait proyek pembangunan jalan yang menjadi sorotan ini.

Masyarakat sekarang mendesak Pemerintah Kabupaten Bojonnegoro, terutama Inspektorat Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, untuk mengambil langkah-langkah yang jelas dan tegas terkait kasus ini. (Dwi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *