Jakarta, Eksklusif.co.id – Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin menghadiri rapat evaluasi layanan infrastruktur dan transportasi dalam rangka libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dan berlangsung pada Selasa (20/1).
Lasarus menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, BNPP, Korlantas Polri atas penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang aman, lancar dan terkendali.
“Secara umum tadi saya katakan cukup baik terdapat penurunan angka korban meninggal dunia sebesar 27,12% dibanding tahun lalu. Sementara untuk jumlah kecelakaan pada periode nataru ini turun sebesar 7,20%,” jelas Ketua Komisi V DPR RI Lasarus.
Dalam analisis dan evaluasi (anev) tersebut, Kombes Pol Aries menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan 7,2%. Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia sebesar 27,12%.
“Berkaitan dengan Anev kecelakaan lalu lintas selama Operasi Lilin 2025 yang dilaksanakan selama 14 hari, jumlah kecelakaan lalu lintas dari H1 sampai H14 Operasi Lilin 2025 mengalami penurunan sebanyak 7,2% dan angka meninggal dunia mengalami penurunan sebanyak 150 orang atau 27,12%,” ujar Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin.
Namun demikian, tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan arteri yang didominasi kendaraan roda dua menjadi perhatian serius. Kabag Ops meminta agar hal tersebut dapat diantisipasi pada pelaksanaan Operasi Ketupat mendatang.
“98,4% kecelakaan terjadi di arteri ini yang menjadi atensi kita, di mana 80% adalah kendaran roda dua ini yang patut kita antisipasi pada saat nanti pelaksanaan operasi ketupat yang akan datang,” jelasnya.
Sementara itu, kecelakaan di jalan tol tercatat mengalami penurunan. Meski demikian, jumlah korban meninggal dunia justru meningkat akibat kecelakaan besar yang terjadi di Simpang Susun Krapyak.
“Untuk kejadian di jalan tol memang terjadi penuruan kecelakaan namun korban meninggal dunia meningkat kurang lebih sekitar 13 orang atau hampir 80% karena ada kejadian yang di Simpang Susun Krapyak di mana 16 orang MD (meninggal dunia),” tambah Kabag Ops.
Selama pelaksanaan Operasi Lilin, kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh pelajar, mahasiswa, dan pengguna sepeda motor. Oleh karena itu, Kabag Ops meminta agar program mudik gratis Lebaran ke depan lebih difokuskan bagi kendaraan roda dua guna meminimalisir angka kecelakaan.
“Didominasi masih pelajar dan mahasiwa, kemudian sepeda motor juga mengalami peningkatan paling tinggi selama pelaksanaan operasi lilin yang ini menjadi atensi termasuk berkaitan dengan mudik gratis yang nanti kita harapkan pada saat operasi ketupat nanti diperbanyak untuk roda dua. Bukan hanya pada saat arus mudik, tapi arus baliknya banyak terjadi kecelakaan di arteri,” tegasnya.
Untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran bagi pengguna jalan, selama Operasi Lilin Korlantas Polri juga menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas.
“Selama pelaksanaan operasi lilin kami melaksanakan rekayasa lalu lintas berupa One Way, Contraflow dan pengalihan arus,” ujarnya.
Dari sisi penegakan hukum, Korlantas Polri kini lebih mengedepankan sistem tilang elektronik (ETLE). Penindakan menggunakan tilang manual dibatasi hanya 5 persen.
“Kita tidak lagi melaksanakan penegakan hukum menggunakan tilang (manual), jadi menggunakan ETLE dan masih membolehkan menggunakan tilang (manual) hanya 5%, dan ini sudah kita lakukan dengan penambahan jumlah ETLE di mana jumlah ETLE meningkat cukup tinggi 40% dan penindakan melalui non-ETLE turun turun 85%,” tambah Kabag Ops.
Menurutnya, kebijakan work from anywhere (WFA) bagi ASN dan pegawai swasta, serta pemberian diskon tarif tol, dinilai efektif karena berpengaruh terhadap pergerakan dan distribusi pola perjalanan masyarakat.
“Kebijakan WFA untuk ASN dan pegawai swasta serta diskon tarif tol yang diberikan pada saat mudik memberi pengaruh terhadap peregrakan masyarakat dalam mendistribusi pola perjalanan,” jelasnya.
Berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri juga menjadi perhatian Korlantas Polri. Pengaturan khusus akan dilakukan, terutama terkait pola penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Ia juga mendorong adanya kebijakan WFA agar masyarakat dapat mengatur perjalanan dengan lebih baik.
“Operasi ketupat ini hampir mirip dengan operasi ketupat tahun lalu di mana nyepi itu di tanggal 19 (Maret 2026), lebaran di tanggal 21-22 (Maret 2026), ini harus kita atur betul berkaitan dengan pola penyebrangan di Ketapang-Gilimanuk khususnya. Antisipasi memberikan kebijakan WFA di tanggal 25 sampai 27 dan 16 sampai 17 Maret sehingga masyarakat bisa menentukan pola perjalanan yang sudah ada,” tegasnya.
Selain itu, Korlantas Polri juga akan melaksanakan Operasi Keselamatan dengan melakukan pengecekan khusus terhadap kendaraan angkutan umum, seperti bus dan travel, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat mudik Lebaran.
“Untuk mengantisipasi angkutan umum yang akan digunakan masyarakat pada saat pelaksanaan Lebaran nanti, di tanggal 2 sampai 15 Februari mendatang Korlantas Polri akan melaksanakan kegiatan Ops (operasi) Keselamatan, di mana salah satunya kita akan melakukan pengecekan khusus kendaraan angkutan umum, bus, travel untuk pemeriksaan di jalan, di tempat tertentu,” pungkasnya.
(Red/Humas)
![]()













