Nusantara

Proyek P3-TGAI di Desa Bendosewu Berjalan Lancar, Tingkatkan Hasil Pertanian

22
×

Proyek P3-TGAI di Desa Bendosewu Berjalan Lancar, Tingkatkan Hasil Pertanian

Sebarkan artikel ini

Blitar, Eksklusif.co.id – Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, menjadi contoh keberhasilan pelaksanaan program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Proyek yang dikelola secara swakelola oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Setyo Rukun ini membuktikan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Swakelola Efektif dan Transparan

Pembangunan serta rehabilitasi saluran irigasi di Dusun Tawang, Desa Bendosewu, berjalan baik sesuai ketentuan Kementerian PUPR. Ketua HIPPA Setyo Rukun, Mashudi, menegaskan seluruh pekerjaan dilakukan mandiri oleh anggota HIPPA.

“Kami tidak melibatkan pihak ketiga atau kontraktor. Mulai perencanaan, pembelian material, hingga pengerjaan fisik kami kerjakan sendiri,” jelasnya.

Sistem swakelola ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab petani. Semangat gotong royong masyarakat desa menjadi landasan utama sehingga setiap tahap pekerjaan berjalan optimal dan sesuai kebutuhan.

Pengawasan Ketat dan Sinergi Kuat

Keberhasilan proyek ini juga didukung pengawasan langsung Kepala Desa Bendosewu, Isnari, yang rutin memantau progres pekerjaan.

“Kami selalu memastikan pekerjaan sesuai standar teknis. Keterlibatan pemerintah desa penting untuk menjamin kualitas dan mencegah penyimpangan,” ujarnya.

Sinergi antara HIPPA dan pemerintah desa terbukti menjadi kunci keberhasilan. Komunikasi yang baik memungkinkan setiap kendala di lapangan dapat diselesaikan cepat dan tepat. Dukungan pemerintah desa juga membuat petani merasa dihargai atas kerja keras mereka.

Dampak Positif bagi Petani

Dengan rampungnya proyek P3-TGAI ini, pasokan air ke lahan pertanian menjadi lebih lancar dan merata. Efisiensi irigasi diprediksi akan meningkatkan indeks pertanaman, memungkinkan petani melakukan panen lebih sering. Kondisi saluran irigasi yang lebih baik juga mengurangi risiko gagal panen, baik akibat kekeringan maupun kelebihan air.

Peningkatan hasil panen akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Proyek ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kemandirian serta keberlanjutan pertanian di Desa Bendosewu.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengelola sumber daya air secara mandiri demi masa depan pertanian yang lebih cerah.

(Suwito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *