Berita Terkini

Untuk Mencegah Adanya Aksi Mesum Diadakanya Operasi Gabungan yang lokasinya di Alun-Alun Sidoarjo

×

Untuk Mencegah Adanya Aksi Mesum Diadakanya Operasi Gabungan yang lokasinya di Alun-Alun Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, ekasklusif.co.id – Memang hal ini Langkah Solutif Satpol PP dan Diskominfo, Cegah Aksi Mesum di Alun-Alun Sidoarjo, Ini Langkah Solutif Satpol PP dan Diskominfo Kalau Pendapat Plt. Kabid Trantib Humas Satpol PP Sidoarjo, R. Novianto Koesno Adi Putro memberikan keterangan
Sidoarjo, Apalagi hal ini ada di Publik untuk dikejutkan dengan beredarnya video dan foto yang memperlihatkan pasangan muda mudi berbuat mesum di alun-alun Sidoarjo.

Didalam potongan rekaman yang beredar viral di media sosial itu, keduanya melakukan asusila sekitar pukul. 02.07 WIB, pada hari Selasa, 24 Maret 2026.

Aksi asusila di alun-alun Sidoarjo, yang dilakukan oleh pasangan mabuk asmara tersebut, bukan kali itu saja.

Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo, bahkan sudah beberapa kali menegur dan mengamankan pasangan mesum.

Kabid Pikom Kominfo Sidoarjo, Anita Inggit Zaenuris Shofa melakukan pengecekan CCTV alun-alun Sidoarjo, “Data yang berhasil dihimpun dan tercatat di kami, ada sebanyak lima pasangan yang sudah kami amankan berkaitan dengan pelanggaran itu.

Dari kelima pasangan yang berbuat asusila tersebut, memang benar satu diantaranya tertangkap CCTV,” ujar Plt. Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantib) Humas Satpol PP Sidoarjo, R. Novianto Koesno Adi Putro, SH, Rabu (1/4/2026).

Novianto memastikan pasangan yang berbuat asusila di alun-alun Sidoarjo sudah jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2013, tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Terkait pelanggaran itu, Satpol PP akan menerapkan tindakan Non Yustisi dan Yustisi.

Tangkapan layar video, aksi mesum pasangan muda di alun-alun Sidoarjo viral di media sosial, “Jika pasangan yang berbuat asusila itu dibawah umur, kami akan panggil kedua orang tuanya.

Namun jika yang melakukan pasangan usia dewasa, maka akan dilakukan pembinaan dengan non yustisi,” terang Novianto.

Jika dikemudian hari, lanjutnya pasangan tersebut mengulangi perbuatan asusila dan tertangkap anggota Satpol PP Sidoarjo, Maka dari itu selanjutnya akan dilakukan tindakan pidana ringan (tipiring) yang mengarah yustisi di pengadilan.

“Modusnya mereka sengaja melakukan aksi asusila di jam rawan yang kurang pengawasan anggota kami yakni di jam 2 atau 3 dini hari.

Tapi jika tertangkap lagi, kami tidak segan menjeratnya dengan tindakan yustisi yang mengarah ke pengadilan,” tegasnya.

Guna menekan terjadinya perbuatan asusila, kata dia, Satpol PP intensif melakukan pengawasan dan penjagaan di alun-alun Sidoarjo.

Patroli cipta kondisi 24 jam akan ditingkatkan dengan pola tiga shift yang didukung sarana sepeda listrik dan body camera.

“Contoh untuk shift pagi ada 8 personil ditambah anggota Satpol PP wanita yang membawa kamera mobile untuk menjangkau kawasan yang tidak tercover CCTV.

Mereka rutin berpatroli berkeliling melakukan pengawasan,” ulas Novianto.

Selain itu, imbuhnya, untuk mempersempit ruang terjadinya perbuatan asusila pihaknya mengusulkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Serta Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sidoarjo memasang rambu larangan dan menambah CCTV.

“Area yang belum terjangkau CCTV, kami harapkan ada penambahan kamera pengintai.

Salah satunya di tribun dekat monumen jayandaru. Termasuk pemasangan rambu-rambu larangan berbuat asusila ini menjadi penting untuk pencegahan,” tandas Novianto.

Sementara itu, ditemui terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (Kabid Pikom) Diskominfo Sidoarjo, Anita Inggit Zaenuris Shofa mengatakan pihaknya berencana akan menambah CCTV.

Kamera pengawas tambahan tersebut akan ditempatkan di area yang berpotensi rawan terjadinya asusila.

“Hasil evaluasi sementara, dari 25 CCTV yang ada ternyata masih kurang. Rencana ke depan akan ditambah agar semua area pengawasan bisa teramati oleh tim petugas kami,” Ungkap Inggit.

Upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah tindak asusila, lanjutnya dengan menambah lampu penerangan.

Inggit juga meminta masyarakat untuk turut menjaga alun-alun Sidoarjo sebagai aset kebanggaan bersama.

Termasuk, jika menjumpai ada yang berbuat asusila, warga bisa langsung menegurnya.

“Kalau ada kejadian seperti itu (asusila), masyarakat yang melihat bisa langsung menegur.

Apalagi yang kita lihat (rekaman CCTV) tadi anak remaja, mohon orang tua dimanapun berada tolong jaga dan awasi anaknya,” tutup perempuan yang dikenal ramah murah senyum ini.”Jelasnya. (Ali)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *