Jatim

Visi Teknologi SMPN 3 Tulungagung Berbanding Terbalik dengan Kondisi Sarana Prasarana

×

Visi Teknologi SMPN 3 Tulungagung Berbanding Terbalik dengan Kondisi Sarana Prasarana

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, Eksklusif.co.id – Sekolah Menengah Pertama Negeri yang berlokasi strategis di jantung kota, tepatnya di Jl. Oerip Soemohardjo No. 24, kini tengah menjadi sorotan. Sekolah yang dikenal memiliki fokus tinggi pada pengembangan teknologi di bawah kepemimpinan Drs. Heni Hendarto, M.Pd., ini disinyalir menyimpan kontradiksi antara visi besar dengan realitas fasilitas di lapangan.

Berdasarkan pantauan media, meskipun sekolah ini memajang visi untuk mewujudkan siswa yang “Menguasai IPTEK yang didasari iman dan taqwa,” kondisi fisik bangunan justru tampak memprihatinkan.

Ditemukan sejumlah kerusakan di berbagai sudut bangunan sekolah yang seharusnya mendapatkan perawatan rutin. Persoalan Dana Pemeliharaan dan Kendala Belajar
Muncul pertanyaan terkait alokasi dana pemeliharaan yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kerusakan fisik yang dibiarkan tanpa perbaikan memicu spekulasi mengenai efektivitas penggunaan anggaran tersebut.

Kesenjangan antara visi teknologi dan realitas makin terlihat saat sejumlah siswa ditemukan harus belajar dengan cara “nglesot” atau duduk beralaskan lantai di depan area sekolah. Hal ini terjadi lantaran server komputer sekolah dilaporkan sedang mengalami kerusakan (error).

Salah seorang guru yang sempat menemui awak media berdalih bahwa kendala tersebut disebabkan oleh gangguan teknis dari pusat. Namun, pemandangan siswa yang belajar di lantai ini dianggap tidak layak bagi sekolah yang menyandang status favorit di tengah kota Tulungagung.

Kepala Sekolah Bungkam Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala SMPN 3 Tulungagung, Drs. Heni Hendarto, M.Pd. Sebagaimana diketahui, ia sedang membawa transisi sekolah dari bidang kebudayaan menuju penguatan teknologi sejak berdiri pada 24 Agustus 1989 silam.

Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban. Meski ponselnya terdengar nada dering aktif saat dihubungi berulang kali, panggilan tersebut tidak kunjung diangkat.

Masyarakat dan wali murid kini menanti transparansi pihak sekolah terkait pengelolaan dana perawatan gedung sekolah serta solusi konkret agar kendala teknologi tidak terus mengorbankan kenyamanan belajar para siswa. (Muis)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *