Nusantara

Kelangsungan Hidup Kucing Di Kuliner Purwakarta Sekaligus Tempat Wisata Perlu Kepedulian Pemerintah

×

Kelangsungan Hidup Kucing Di Kuliner Purwakarta Sekaligus Tempat Wisata Perlu Kepedulian Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Purwakarta, Eksklusif.co.id – Kepedulian sesama makhluk sangat bermakna saling mendukung kebaikan untuk kesehatan, pendidikan juga termasuk menyangkut kelangsungan hidup lainya yang harus diperjuangkan. Demikian disampaikan Ma Ulen (56) begitu biasa seorang Ibu ini di sapa kepada media di area Kuliner, Purnawarman, Purwakarta, Sabtu (16/4/2026).

Menurutnya, Manusia makhluk berakal dan beradab sudah semestinya melakukan hal yang berarti baik untuk dirinya atau orang lain, termasuk binatang yang tidak membahayakan di sekitar jika kita disiplin.

“Contohnya, Jika ada sesama makhluk hidup yang perlu bantuan, sekalipun itu kucing liar harus diupayakan membantunya selagi kita bisa. Terutama bagi yang sedang berlebih silahkan untuk sama-sama peduli,” kata Ma Ulen.

Terkadang ada anak kucing yang masih menyusui itu di buang oleh oknum manusia yang tidak bertanggungjawab, karena tidak menyertakan kucing yang melahirkannya, otomatis anak kucing kesulitan mendapat susu ibunya yang seharusnya didapat. Kita sebagai manusia berakal kalau hati nuraninya berjalan baik pasti berusaha menolong,”tegas Ibu yang dalam kesehariannya berjualan aneka gorengan di kuliner tersebut.

“Faktanya, hal itu tidak semudah membalik telapak tangan, mungkin tergantung situasi dan kondisi. Tapi bagi orang yang benar-benar peduli pasti akan meluangkan waktu untuk meringankan kesulitan anak kucing tersebut,” jelas Ma Ulen, yang nampak semangat memperjuangkan kucing-kucing untuk hidup lebih baik.

Ada yang memeliharanya atau menempatkannya ke tempat yang lebih aman, karena kemungkinan besar tidak terlalu kesulitan untuk mendapatkan makanan, syukur kalau ada yang memberinya susu. Tapi jangan salah ada juga manusia biadab yang tega membanting kucing karena kesal atau hal lainnya,” ujarnya mengejutkan.

“Pentingnya kita peduli nyata dengan dukungan pemerintah. Kalau ada kemauan pasti bisa menempatkan kucing-kucing yang bisa dikunjungi para pencintanya dengan baik, karena disini area Purnawarman bisa sekaligus tempat wisata, kalau yang punya kebijakan peduli. Bagi para pengunjung yang makannya tidak habis, jika makanannya bisa di makan kucing contoh potongan tulang yang masih ada dagingnya bisa diberikan untuk kucing-kucing itu, jangan main buang sembarangan seperti yang selama ini terjadi, padahal sudah disediakan tempat sampah, kan kasihan pegawai kebersihan setempat,” terangnya.

Lebih lanjut Ma Ulen mengatakan, yakin kucing itu jika ditempatkan akan memancing kedatangan para pecintanya, karena nyata pencinta kucing itu ada dan mereka peduli bukan karena senang saja, ada empati kemanusiaan kepada makhluk yang kurang berdaya. Fakta kucing itu untuk mencari makan tidak seperti manusia, kita kalau setelah kerja belum punya uang juga bisa nganjuk dulu atau meminta ke orang lain yang sekiranya bisa diminta,”ucapnya.

“Saya saja, sekalipun sedang tidak punya uang bisa ko minta sana sini untuk dapat daging ayam sekalipun tiren karena ayamnya mati sebelum disembelih dengan harga murah. Karena kalau manusia di kita itu yang muslim tidak boleh makan ayam tiren,” pungkasnya sambil memberikan ayam tiren khusus untuk kucing-kucing yang berdatangan menghampirinya.

(Laela/Tim)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *