Nusantara

Warga Indonesia Asal Purwakarta Mengaku Sakit Di Qatar Minta Tolong Untuk Pulang 

×

Warga Indonesia Asal Purwakarta Mengaku Sakit Di Qatar Minta Tolong Untuk Pulang 

Sebarkan artikel ini

Bandung, Eksklusif.co.id – Sesama warga Jawa Barat, tentu sudah semestinya saling peduli kebaikan, berharap agar wanita yang ada di vidio tersebar ke berbagai pihak, terlihat dan terdengar mengaku warga Purwakarta, sedang sakit di negara Qatar segera di bantu sesuai permintaannya. Hal tersebut disampaikan Nyai (57) di Bandung, kepada media, Senin sore (22/6/2026).

Sebelumnya siang hari tadi, berbagai sumber di Purwakarta, membenarkan wanita tersebut asal Purwakarta, tepatnya warga KP. Gg. Sekolah, Plered, Purwakarta, di duga ia menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang besar kemungkinan prosesnya tidak formal dan sakitnya sudah sejak masih di Indonesia.

Sumber lain menyampaikan, ada informasi perihal adanya Kantor Al-Barak milik Babah Muhammad- Babah Khalid di negara Qatar, dugaan itu kantor agen yang menyalurkan wanita yang sedang sakit Dada tadi untuk kerja di rumah warga negara itu.

Salah seorang aktivis Jawa Barat, Purna PMI  Paryanto Uslan, membenarkan adanya kabar seperti yang disebutkan berbagai sumber tadi. Pihaknya menyatakan yang di vidio itu Asti Agustini (36) nampaknya memang sakit. Pihaknya mengaku prihatin, berharap berbagai pihak terkait konsisten dengan tugasnya masing-mising,

“Terlepas warga Purwakarta, Jawa Barat, itu pergi secara legal atau ilegal, yang terpenting secara kemanusiaan dia berhak mendapat pelayanan dan perlindungan dari negara sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Paryanto katakan demi sesama “Bangsa Indonesia” perlu saling dukung dan siap membantu termasuk diantaranya dalam permasalahan tersebut.

“Melalui vidio itu, terlihat dan terdengar Asti perlu bantuan. Tentunya kita berharap dia mendapat perawatan untuk kesembuhannya dan bisa pulang dengan selamat ke tanah air. Ini warning agar tidak ada lagi warga asal Jawa Barat, pergi ke luar negara untuk bekerja jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan,” tegas Paryanto.

Kasus seperti ini sering terjadi, sudah saatnya pemerintah lebih tegas dengan pengawasan mulai dari pedesaan atau kelurahan hingga dunia internasional untuk lebih banyak mengetahui keberadaan dan melindungi warganya.

“Jika warga negara akan bekerja ke luar negara, pastikan melalui jalur formal yang semestinya. Jika kedapatan ada pihak-pihak atau oknum yang berperan untuk seseorang atau warga pergi secara ilegal, harap di catat pihak terkait untuk proses selanjutnya. Negara kita sudah mengaturnya, masyarakat harus patuh aturan, petugas disiplin warganya juga harus disiplin,” ucapnya.

Menurut Purna PMI itu, tugas kita bersama menghargai dan patuh aturan negara, demi kebaikan dan kemajuan agar tidak menambah korban seperti yang sudah banyak terjadi,” kata Paryanto.

“Bagi petugas yang perlu data Asti Agustini pasti di bantu sesuai data yang di terima. Tentunya untuk digunakan sesuai fungsinya demi melayani warga yang perlu bantuan tersebut,” tegas Paryanto.

Hal tersebut sesuai yang disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta, Sri Fuji Utami dalam suatu kesempatan.

“Kami pernah memulangkan warga yang perlu bantuan di luar negara, di bantu pihak-pihak terkait. Siapapun yang melanggar, sudah semestinya mendapat sangsi. Jika sudah dipastikan siapa-siapa yang berkaitan perihal permasalahan seperti ini, bisa di panggil. Di DPRD Purwakarta, ada Komisi lV yang diantaranya mengurus sesuai bidang ini,” ungkapnya.

Yang disampaikan Ketua DPRD tersebut, dibenarkan Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta, Ricky Syamsul Fauzi.

“Kita peduli dan pasti melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat. Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, serta lainnya untuk mengetahui sejauh mana yang disampaikan dan mereka jalankan agar langkah kedepannya sejalan sesuai tugas masing-masing dalam pelayanan terhadap warga. Seluruh warga harus mendapatkan hak dan menjalankan kewajibannya. Jadi kita bersama mendukung Purwakarta, dan Jawa Barat, lebih istimewa lagi,” terangnya.

Dugaan proses keberangkatan PMI di vidio itu ilegal, di perkuat keterangan dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta, melalui Marlinah, SP Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja, menyampaikan bahwa tidak ada Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) atas nama Asti Agustini.

” Sudah di cek, tidak ada data cpmi atas nama Asti Agustini,” jelasnya.

Pantauan media dilokasi kampung halaman Asti PMI sakit itu di Plered, Purwakarta, setelah sebelumnya mendapat izin dari Camat Plered, Deni Dermawan, nampak
beberapa orang Ibu-ibu yang kompak mengaku keberatan memberi tahu nama-nama mereka, satu diantaranya warga setempat mengatakan, yang pasti kami turut prihatin dan berharap Asti segera pulang dalam keadaan baik-baik saja.

PMI wanita yang sakit bernama Asti itu, ketika di hubungi media melalui seluler mengaku, tidak bisa setiap saat dapat di hubungi. Kalau sedang di kantor hand phone di rampas pihak kantor.

“Sekarang saya sedang bekerja di rumah majikan dalam keadaan sakit dada, sepeti rasa tertekan, sesak, mudah lelah, kedua kaki kanan kiri bengkak-bengkak, telapak tangan berair mengeluarkan keringat dingin. Ya saya sakit, apalagi kalau dengar suara keras jantung detaknya kencang, kalau sedang di kantor ada orang kantor marah-marah dada saya lebih terasa sakit. Waktu di Indonesia juga sudah sempat sakit jantung,”ucapnya.

Heri (35) suami dari Asti, sangat khawatir dengan kondisi istrinya itu. Pihaknya meminta agar Asti di pulangkan.

“Saya minta tolong, istri saya di pulangkan karena sakit jantung,” kata Heri penuh harap.

Sesuai informasi yang didapat media, ada wanita yang dipanggil Bu Yasmin, adalah sponsor yang mengenalkan Asti kepada Pria yang tidak asing dipanggil Pak Rendy, yakni orang yang menyampaikan ke pihak yang proses atau perusahaan yang memberangkatkan Asti untuk bekerja di Qatar.

Ketika di hubungi melalui WhatsApp Yasmin membenarkan hal tersebut, namun dia mengaku tidak tahu perusahaan yang ditunjuk Rendy untuk proses Asti.

” Silahkan hubungi Pak Rendy langsung,” singkatnya.

Rendy yang dimaksud Yasmin, pihaknya mengaku sudah mengetahui kabar sakit nya Asti.

” Ini juga lagi di urus, memang katanya kemarin sakit, kita lihat dulu apa bisa di rawat atau di pulangkan,” ujarnya.

Perihal Asti yang meminta tolong untuk di pulangkan karena sakit, Rendy berjanji untuk menyampaikannya ke pihak perusahaan. Pihaknya juga menjelaskan kalau perusahaan yang proses Asti bukan PT. Elshafah Adi Wiguna Mandiri, tapi PT Tebar Insani, tanpa menjelaskan lebih lengkap tentang perusahaan tersebut.

(Laela)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *