Pemerintah

Tingkatkan IPM lewat Budaya Bersih, Pemkab Bandung Gelar Gerakan Indonesia ASRI dan Korve Massal

×

Tingkatkan IPM lewat Budaya Bersih, Pemkab Bandung Gelar Gerakan Indonesia ASRI dan Korve Massal

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama aparatur sipil Pemkab Bandung saat melaksanakan korve massal dan gerakan kebersihan di Lapangan Upakarti, Soreang. Kegiatan rutin Selasa-Jumat ini digalakkan untuk mendongkrak derajat kesehatan dan IPM daerah.

SOREANG Eksklusif.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus berkomitmen memperkuat budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui aksi nyata Gerakan Indonesia ASRI yang dipadukan dengan senam kebugaran bersama serta korve (kerja bakti) massal di lingkungan perkantoran Pemkab Bandung, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Upakarti, Soreang tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendongkrak kualitas kesehatan publik.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menjelaskan bahwa aksi korve membersihkan lingkungan ini sebenarnya telah menjadi agenda rutin yang wajib dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat oleh seluruh jajaran perangkat daerah, kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, hingga rumah sakit se-Kabupaten Bandung.

“Kami mengimbau seluruh warga Kabupaten Bandung agar setiap Selasa dan Jumat rutin melaksanakan korve membersihkan lingkungan. Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Karena itu, menjaga kebersihan harus menjadi budaya bersama,” ujar bupati yang akrab disapa KDS ini.

Kelola Sampah Organik & Mitigasi Kemarau

Dalam aksi bersih-bersih tersebut, KDS menginstruksikan jajarannya agar melakukan pengelolaan sampah organik secara bijak. Daun-daun kering yang berguguran diminta untuk tidak dibuang begitu saja, melainkan dikumpulkan untuk dimanfaatkan sebagai pupuk kompos di sekitar pepohonan.

Di sisi lain, menyikapi datangnya musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah, Bupati Bandung mengeluarkan beberapa instruksi strategis kepada dinas terkait:

  • Pencegahan Kebakaran: Warga dilarang keras membakar sampah kering atau membuang puntung rokok sembarangan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta BPBD diminta memperkuat mitigasi di wilayah rawan.

  • Sektor Pertanian: Dinas Pertanian bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) diinstruksikan mempercepat perbaikan jaringan irigasi guna menjaga pasokan air sawah.

  • Krisis Air Bersih: Perumda Air Minum Tirta Raharja diminta menyiagakan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke kecamatan yang berpotensi kekeringan.

“Persiapan ini harus dilakukan sejak dini agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan air bersih selama musim kemarau,” tegas KDS.

Berdampak pada Angka Harapan Hidup (IPM)

Menurut Dadang Supriatna, gerakan menjaga kebersihan lingkungan ini memiliki multiplier effect yang besar. Selain menciptakan lingkungan yang sehat, budaya resik ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan angka harapan hidup masyarakat—yang merupakan salah satu indikator utama dalam dongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung.

Apresiasi Warga: Hadirkan Bazar Sembako Murah

Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari elemen masyarakat. Pasalnya, selain olahraga dan kerja bakti, Pemkab Bandung juga menghadirkan stan bazar sembako murah di sekitar lokasi.

Dema Ahmad Yanuar (29), warga Kampung Sodong, Kecamatan Kutawaringin, mengaku sangat terbantu dengan konsep acara kolaboratif ini.

“Alhamdulillah saya senang dengan adanya senam bersama dan bazar sembako murah. Kegiatan ini memberikan manfaat ganda karena mendorong pola hidup sehat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Mudah-mudahan bisa terus dilaksanakan setiap hari Jumat,” ungkap Dema.

(Hum/Laela)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *