Nusantara

Terapkan Sistem Swakelola, Proyek Irigasi P3-TGAI Desa Jatinom Blitar Tembus Progres 30 Persen

×

Terapkan Sistem Swakelola, Proyek Irigasi P3-TGAI Desa Jatinom Blitar Tembus Progres 30 Persen

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Sinergi swakelola ini ditargetkan rampung pada 20 Agustus 2026 guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian desa setempat.

BLITAR, Eksklusif.co.id – Semangat gotong royong masyarakat Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, tergambar nyata dalam pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Tanpa melibatkan kontraktor luar, warga setempat yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Rukun Jaya secara mandiri mengerjakan pembangunan infrastruktur vital tersebut, yang kini progres fisiknya telah menembus angka di atas 30 persen.

Proyek pembangunan saluran irigasi ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp195 juta. Seluruh pengerjaan dipastikan berjalan ketat sesuai standar teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Ketua HIPPA Rukun Jaya, Iko Dwi Okfa, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran serta kemajuan pembangunan yang dicapai sejauh ini oleh para pekerja lokal.

“Alhamdulillah, pengerjaan di lapangan berjalan sangat lancar. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas konstruksi sesuai aturan dan spesifikasi teknis yang berlaku, agar nantinya infrastruktur irigasi ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi seluruh petani di Desa Jatinom,” ujar Iko saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (14/7/2026).

Kawal Mutu dan Target Rampung Tepat Waktu

Pemerintah Desa Jatinom terus melakukan pengawalan dan monitoring intensif agar proyek yang telah dimulai sejak 22 Juni lalu ini dapat rampung sesuai estimasi target, yakni pada 20 Agustus 2026 mendatang.

Pilihan untuk menggunakan sistem swakelola dalam program P3-TGAI ini dinilai sangat tepat. Selain menjamin mutu dan kualitas ketahanan bangunan karena dikerjakan langsung oleh penerima manfaat, sistem ini juga menumbuhkan rasa memiliki (sense of ownership) yang tinggi di kalangan warga. Rasa tanggung jawab untuk memelihara saluran irigasi tersebut di masa depan diyakini akan lebih kuat.

Infrastruktur irigasi yang representatif ini nantinya diproyeksikan mampu melancarkan distribusi aliran air ke area persawahan warga secara merata. Dengan pasokan air yang stabil dan minim kebocoran, produktivitas sektor pertanian yang menjadi penopang utama ekonomi warga Desa Jatinom diharapkan dapat melonjak signifikan.

(Red/Suwito)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *