BANDUNG, Eksklusif.co.id – Komitmen Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna (KDS), dalam menghadirkan program pemerintahan yang pro-rakyat mendapatkan apresiasi sekaligus dukungan politik yang solid dari keluarga besar Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Bandung. Pihak Persis menyatakan kesiapannya untuk mengawal keberlanjutan berbagai program pembangunan daerah.
Pernyataan dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua DPD Persis Kabupaten Bandung, Hasyim Suryadi, di hadapan sekitar 3.000 jemaah warga Persis. Momen ini berlangsung dalam acara Silaturahmi dan Tabligh Akbar Penggalangan Dana Pembangunan Gedung Dakwah Persis Kabupaten Bandung yang dipusatkan di Masjid Al-Fathu, Soreang, Sabtu (18/7/2026).
“Warga Persis Kabupaten Bandung mendukung penuh Bapak Dadang Supriatna menjadi Bupati Bandung dan mendukung seluruh program kerja yang pro rakyat,” ungkap Hasyim di atas podium.
Apresiasi Bantuan Gedung Dakwah Rp16 Miliar
Hasyim mengapresiasi keberpihakan dan perhatian KDS terhadap pengembangan syiar dakwah Persis. Salah satu bukti nyata ditunjukkan lewat sokongan terhadap proyek pembangunan Gedung Dakwah Persis di Kecamatan Pameungpeuk yang diestimasikan menelan total anggaran sekitar Rp16 miliar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung tercatat telah beberapa kali mengucurkan stimulan dana stimulan untuk memuluskan proyek tersebut. Pada tahap pertama, bantuan yang digelontorkan senilai Rp250 juta, diikuti dengan bantuan material bangunan berupa bata hebel pada tahap kedua. Dalam momentum tabligh akbar kali ini, Pemkab Bandung kembali menyerahkan paket bantuan untuk yang ketiga kalinya.
Soroti Kenakalan Remaja dan Kampanyekan ‘Magrib Mengaji’
Di sisi lain, Bupati Dadang Supriatna memanfaatkan ruang pertemuan akbar ini untuk menyelipkan pesan edukasi keluarga. KDS mengajak para orang tua, khususnya kaum ibu, untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak di media sosial guna membentengi mereka dari maraknya kasus kenakalan remaja.
KDS menyoroti sejumlah rentetan peristiwa pidana jalanan yang belakangan melibatkan anak di bawah umur, seperti aksi penganiayaan, perkelahian kelompok, hingga pembegalan yang sempat terjadi di beberapa titik wilayah, termasuk Rancaekek dan Baleendah.
“Periksalah isi HP anak-anak kita. Awasi. Jika sudah waktunya Magrib, ambil HP-nya dan ajak mereka untuk Magrib Mengaji,” imbau KDS di hadapan jemaah.
Menurutnya, klaster keluarga memegang peranan paling vital dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda. Sosok ibu, lanjut KDS, merupakan madrasah atau guru pertama bagi anak sebelum mereka menyerap ilmu di bangku sekolah formal.
“Carilah keberkahan dengan memuliakan ibu dan hormati ibu. Saya bisa menjadi Bupati dua periode ini adalah berkah dan doa dari seorang ibu,” tutur KDS merefleksikan perjalanan kariernya.
KDS menaruh harapan besar agar jalinan sinergi antara Pemkab Bandung dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan seperti Persis dapat terus dirawat secara berkelanjutan. Kolaborasi ini dinilai krusial dalam memperkuat pembinaan moral generasi muda sekaligus mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera), maju, serta religius.
(Red/Laela)
![]()













