Pemerintah

Komitmen Tekan Stunting dan Perkuat Ketahanan Keluarga, Bupati dan Ketua TP-PKK Sidoarjo Raih Penghargaan Nasional

×

Komitmen Tekan Stunting dan Perkuat Ketahanan Keluarga, Bupati dan Ketua TP-PKK Sidoarjo Raih Penghargaan Nasional

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Shodiqin menyerahkan penghargaan Pembangunan Keluarga kepada Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Ketua TP-PKK Sidoarjo Hj. Sriatun Subandi pada Puncak Harganas ke-33 di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

SIDOARJO, Eksklusif.co.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Sriatun Subandi berhasil meraih penghargaan prestisius dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN RI. Penghargaan ini diberikan atas komitmen serta inovasi Pemkab Sidoarjo dalam mempercepat penurunan angka stunting dan menguatkan ketahanan keluarga menuju Generasi Emas 2045.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dengan didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Shodiqin, pada Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026).

Pemerintah pusat memberikan apresiasi tinggi lantaran Sidoarjo dinilai sangat konsisten mengeksekusi sederet program unggulan nasional, seperti Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya (Sidaya), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus sasaran 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Dalam keterangannya, Bupati Subandi menegaskan pentingnya keterlibatan aktif kedua orang tua dalam pengasuhan anak. Guna mendorong keterlibatan figur ayah, Pemkab Sidoarjo meluncurkan kebijakan inovatif berupa Gerakan Ayah Mengambil Rapor dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (Gamas).

“Gerakan ini dirancang khusus untuk menguatkan peran serta ayah dalam pengasuhan, sekaligus membangun ikatan emosional yang erat dengan anak dalam mendampingi proses pendidikan mereka,” ujar Bupati Subandi.

Keberhasilan STBM 5 Pilar dan Penguatan Posyandu

Selain fokus pada pola pengasuhan, percepatan penanganan stunting di Sidoarjo dilakukan melalui optimalisasi layanan Posyandu dan perbaikan sanitasi lingkungan secara menyeluruh. Hasilnya, Kabupaten Sidoarjo sukses menyandang status resmi sebagai Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar dari Tim Verifikator Provinsi Jawa Timur.

“Pelaksanaan STBM tidak sekadar menyediakan sarana fisik sanitasi, melainkan lebih menitikberatkan pada pergeseran dan perubahan perilaku hidup bersih masyarakat secara berkelanjutan,” tambah Subandi.

Inovasi Implementasi Program Lapangan

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sidoarjo, Heni Kristiani, membeberkan kunci teknis pelaksanaan program-program tersebut di lapangan.

Pada program Tamasya, Pemkab Sidoarjo menggandeng sekitar 32 pengelola daycare (tempat penitipan anak) terverifikasi guna menjamin standar pengasuhan yang aman dan layak anak.

Sementara pada program Sidaya untuk penanganan lansia, Pemkab Sidoarjo mengoperasikan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).

“Selantang adalah wadah pendidikan nonformal agar warga senior/lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Aktivitasnya meliputi pengecekan kesehatan berkala secara gratis, senam kebugaran, hingga edukasi gizi seimbang,” pungkas Heni.

(Red/Ali)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *