Pemerintah

Pemkab Sidoarjo Sosialisasikan Penertiban Fasum di Kawasan Pondok Mutiara

×

Pemkab Sidoarjo Sosialisasikan Penertiban Fasum di Kawasan Pondok Mutiara

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Eksklusif.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo mulai melakukan sosialisasi penertiban fasilitas umum (fasum) di kawasan Perumahan Pondok Mutiara. Upaya tersebut dilakukan untuk menertibkan pemanfaatan aset prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang mengalami alih fungsi.

Sosialisasi digelar di Cafe Tanah Jawa, kawasan Taman Pinang, Rabu (13/5/2026) malam. Dalam pertemuan tersebut, DLHK memaparkan sejumlah hasil monitoring dan evaluasi lapangan yang telah dilakukan sebelumnya.

Beberapa poin utama dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan meliputi alih fungsi lahan parkir, bangunan liar, penutupan akses, komersialisasi ilegal, hingga penyalahgunaan fasilitas umum.

Plt Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono menegaskan bahwa proses penertiban akan dilakukan secara bertahap sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami tidak langsung bongkar begitu saja. Ada tahapan-tahapan administrasi yang harus dilalui, mulai dari sosialisasi, pemasangan papan pengumuman, hingga pemberian surat peringatan (SP) 1 sampai 3,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, proses penertiban diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu dengan tahapan tenggang waktu masing-masing 7 hari, 5 hari, hingga 3 hari sebelum pelaksanaan eksekusi bersama Satpol PP.

Selain penertiban, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana pengembangan kawasan yang mencakup dua aspek utama, yakni penanggulangan banjir dan peningkatan estetika kota.

Melalui dinas terkait, Pemkab Sidoarjo berencana membangun rumah pompa untuk memperbesar kapasitas pompa air di kawasan tersebut guna mengoptimalkan penanganan banjir di area Pondok Mutiara.

Di bagian belakang kawasan, DLHK Sidoarjo juga berencana membangun taman yang pengerjaannya dijadwalkan dimulai pada triwulan ketiga tahun ini. Dalam program tersebut, pemerintah daerah akan menggandeng komunitas petani bunga lokal untuk mengelola lahan taman.

“Kami ingin memperbanyak pohon dan taman. Ide kami adalah menawarkan kepada petani bunga untuk memajang tanaman mereka di sana. Jadi, selain aset kita terjaga dan tidak ada yang buang sampah sembarangan, warga di sekitar Pondok Mutiara juga bisa menikmati udara yang lebih sehat dan pemandangan yang indah,” tambahnya.

(Red/Ali)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *