Jakarta, Eksklusif.co.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan ada sejumlah skenario yang diwacanakan pemerintah demi menjamin keamanan penerbangan jemaah haji ke Arab Saudi pada tahun 2026 ini. Skenario ini disiapkan mengantisipasi gangguan penerbangan ke Arab Saudi akibat adanya perang di Timur Tengah.
“Kami sudah siapkan ada empat skenario misalnya, kalau kemudian itu memang menjamin penerbangannya, keamanan penerbangannya, maka kita siapkan rute penerbangannya berubah,” ujar Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dahnil menuturkan, salah satu opsi yang muncul adalah pengalihan rute penerbangan menjadi lewat Afrika namun, skenario perbahan rute penerbangan ini perlu dibicarakan dengan otoritas penerbangan dan pemerintah Arab Saudi terlebih dahulu.
“Kan ada rute yang berbeda, misalnya lewat jalur Selatan, kemudian ada lewat Afrika yang juga diwacanakan oleh DPR,” ucap Dahnil.
Dahnil juga tidak menutup kemungkinan untuk menunda keberangkatan jemaah haji ke Arab Saudi bila penerbangan menuju Tanah Suci mengancam keselamatan jemaah.
“Skenario untuk menunda bisa jadi muncul, apabila keselamatan warga negara kita terancam. Nah itu tentu kita akan bicara dengan DPR, kita akan bicara akan sesuai dengan petunjuk dari Presiden seperti apa,” kata Dahnil. “Yang jelas kalau tadi disampaikan Presiden, orientasi kami di Kementerian Haji dan orientasi Presiden, keselamatan jemaah adalah yang pertama dan utama,” imbuh dia. Untuk sementara ini, pemerintah mewacanakan kloter pertama penerbangan haji 2026 akan berangkat pada 22 April 2026 mendatang.
Dahnil menyebutkan, skenario itu akan dijalankan apabila situasi keamanan di Timur Tengah menjamin keselamatan perjalanan jemaah. “Apabila tidak ada perubahan skenario atau eskalasi konflik menurun dan itu menjamin keselamatan Warga Negara Indonesia berangkat haji, maka tanggal 22 April adalah keberangkatan haji kloter pertama,” kata Dahnil. (MUI)
![]()













