Pasuruan, Eksklusif.co.id – Dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite mencuat di salah satu SPBU yang berada di Dusun Kandangsari, depan Kebun Raya Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Berdasarkan hasil pantauan dan investigasi lapangan yang dilakukan awak media Eksklusif.co.id, ditemukan sejumlah kendaraan roda dua yang diduga menggunakan tangki modifikasi dengan kapasitas lebih besar dari standar kendaraan pada umumnya. Kendaraan tersebut terlihat berulang kali melakukan pengisian BBM subsidi di area SPBU.
Menurut temuan di lapangan, kendaraan yang diduga digunakan sebagai “motor tander” itu memiliki kapasitas tangki berkisar antara 10 hingga 18 liter. Setelah melakukan pengisian, kendaraan tersebut disebut keluar dari antrean, kemudian kembali lagi untuk melakukan pengisian ulang.
Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah warga yang mengaku kesulitan memperoleh BBM subsidi meski telah mengantre dalam waktu cukup lama.
“Pak, kami rakyat kecil ini seperti dianaktirikan. Bayar pajak, antre dari pagi, giliran mau isi Pertalite habis. Yang dapat terus justru motor modifikasi itu. SPBU ini berpihak ke siapa sebenarnya?” ujar seorang warga Purwodadi berinisial JN kepada awak media.
Diduga Merugikan Masyarakat dan Negara
Warga menilai praktik tersebut berpotensi mengurangi jatah BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima.
Sejumlah pihak juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pengisian BBM subsidi yang diduga menggunakan tangki modifikasi maupun wadah tertentu yang tidak sesuai ketentuan.
Dalam regulasi yang berlaku, penyaluran BBM subsidi telah diatur melalui berbagai peraturan pemerintah dan ketentuan yang dikeluarkan oleh regulator sektor migas. Penyalahgunaan distribusi maupun pengangkutan BBM subsidi dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Minta Pengawasan Diperketat
Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU, Pertamina, maupun instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap dugaan praktik tersebut.
Selain itu, warga meminta adanya evaluasi terhadap sistem pengawasan di SPBU agar distribusi BBM subsidi dapat tepat sasaran dan tidak menimbulkan kelangkaan bagi masyarakat umum.
Beberapa usulan yang disampaikan antara lain pemasangan papan larangan pengisian menggunakan jeriken tanpa izin resmi, pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan dengan tangki yang diduga telah dimodifikasi, serta pemeriksaan rekaman CCTV untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur penyaluran BBM subsidi.
Menunggu Klarifikasi Pihak SPBU
Sesuai ketentuan Undang-Undang Pers, redaksi Eksklusif.co.id mengaku telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada pihak pengelola SPBU terkait dugaan tersebut.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola maupun pengawas SPBU yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang.
(Tim/Adi)
![]()













