Pemerintah

Nguri-uri Budaya, Pemdes Sragi Blitar Berdayakan Ibu-Ibu Lewat Pelatihan Karawitan

×

Nguri-uri Budaya, Pemdes Sragi Blitar Berdayakan Ibu-Ibu Lewat Pelatihan Karawitan

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Kepala Desa Sragi, Leni Puji Astuti, S.Psi. (tengah), saat meninjau langsung pelatihan karawitan kader perempuan yang kini mendapatkan dukungan hibah alat musik dari Dinas Pariwisata.

Blitar, Eksklusif co.id — Pemerintah Desa (Pemdes) Sragi, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan seni dan budaya tradisional. Langkah nyata ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Pelatihan Karawitan yang menyasar para kader perempuan dan ibu-ibu desa setempat, sebagai upaya nguri-nguri (merawat) kebudayaan daerah sekaligus memperkuat pemberdayaan perempuan.

Kegiatan yang diikuti secara antusias oleh para kader ini menjadi ajang strategis untuk mempelajari seni musik gamelan secara langsung. Selain berfungsi sebagai sarana edukasi dan rekreasi, pelatihan intensif ini diharapkan mampu mencetak motor penggerak baru yang mencintai kesenian tradisional, khususnya dari kalangan perempuan di tingkat desa.

Dukungan Hibah Alat Karawitan

Kepala Desa (Kades) Sragi, Leni Puji Astuti, S.Psi., mengungkapkan rasa optimistisnya terkait keberlanjutan program pelestarian budaya ini. Ia mengapresiasi semangat tinggi yang ditunjukkan para peserta selama memegang dan mempelajari instrumen gamelan.

“Kami sangat optimis ke depan kegiatan ini akan membawa dampak positif. Apalagi, kami telah mendapatkan dukungan berupa bantuan hibah dari Dinas Pariwisata untuk sebagian peralatan karawitan yang dibutuhkan. Peralatan ini nantinya akan melengkapi koleksi yang sudah ada, sehingga proses latihan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Leni Puji Astuti.

Laras Sragi Manunggal Jadi Wadah Kreativitas

Dengan fasilitas penunjang yang semakin lengkap, Pemerintah Desa Sragi menaruh harapan besar agar kelompok Karawitan bernama “Laras Sragi Manunggal” ini dapat terus tumbuh konsisten.

Ke depan, kelompok ini diproyeksikan tidak hanya menjadi wadah kreativitas dan aktualisasi diri bagi warga, tetapi juga bertransformasi menjadi ikon sekaligus benteng pelestarian budaya tradisional di Desa Sragi.

(Suwito)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *