SURABAYA, Eksklusif.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengeluhkan masih maraknya aksi pencurian aset fasilitas umum (fasum) di berbagai taman kota. Tidak hanya kursi besi bernilai jutaan rupiah, para pelaku juga nekat menggasak kabel lampu hias, pot tanaman, hingga bunga dekoratif.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa keberadaan fasilitas tersebut ditujukan untuk kenyamanan warga di ruang publik. Saat ini, Surabaya memiliki lebih dari 800 taman dengan 47 di antaranya merupakan taman aktif.
Salah satu sasaran utama pencurian adalah kursi besi yang tersebar di sekitar 220 titik pedestrian dan taman. Kursi berbahan krom baja tersebut bernilai cukup fantastis, yakni di atas Rp3 juta per unit.
Rincian Fasilitas Umum (Fasum) Taman Kota Surabaya yang Kerap Dicuri:
----------------------------------------------------------------------
1. Kursi Besi Pedestrian : Rp3 Juta+/unit (Dipasang baut drat & las di kaki)
2. Kabel Lampu Hias : Puluhan meter di Sungai Kalimas, taman, & pohon
3. Tanaman & Dekorasi : Pot bunga hingga tanaman hias ruang publik
----------------------------------------------------------------------
Sayembara DLH Surabaya:
• Hadiah tunai Rp300.000 bagi warga yang memfoto/mendokumentasikan pelaku
pencurian/perusakan fasum dan mengunggahnya ke Instagram resmi DLH.
----------------------------------------------------------------------
Kabel Lilit Dicuri Tim Berpengalaman
Meski DLH telah memperketat pengamanan dengan melas kaki kursi dan menguncinya memakai baut drat khusus, aksi pencurian masih terus terjadi [cite: Kursi-kursi tersebut dipasang menggunakan baut drat khusus dan dilas pada bagian kaki agar tidak mudah dipindahkan, “Selain memang berat, kita juga pasang semacam las yang kita kunci di kaki, kita juga pakai baut drat untuk kita kunci, ada juga yang dilas… tapi kenyataan juga ada yang diambil,” katanya].
Selain kursi, pencurian puluhan meter kabel lampu hias lilit di kawasan Sungai Kalimas, taman, dan pepohonan disinyalir dilakukan secara terorganisasi [cite: “Jadi kabel-kabel lampu lilit itu juga diambil. Lampu-lampu lilit itu kita pasang ada di Sungai Kalimas, taman-taman dan pohon-pohon,” ujar Fikser, Menurutnya, kabel yang dicuri tidak hanya beberapa meter, tetapi bisa mencapai puluhan meter dalam satu kali aksi].
“Kabel bisa dicuri dalam waktu singkat sekian puluh meter. Saya kira mereka tidak individu, punya tim untuk melakukan itu,” tutur Fikser, Jumat (7/8/2026).
Sayembara Berhadiah Rp300 Ribu untuk Warga
Menyikapi keterbatasan jangkauan pengawasan, Pemkot Surabaya mengundang partisipasi aktif warga. DLH Surabaya menyiapkan hadiah uang tunai senilai Rp300.000 bagi masyarakat yang berhasil mengabadikan bukti foto/video aksi pencurian atau perusakan fasum [cite: DLH Surabaya bahkan telah lama menjalankan program apresiasi berupa hadiah Rp300.000 bagi warga yang berhasil mendokumentasikan aksi pencurian maupun pelanggaran lingkungan, “Cukup foto, upload ke IG-nya Dinas Lingkungan Hidup, kita respons, kita berikan uang Rp300.000,” kata Fikser].
“Mari kita bersama-sama jaga kota ini agar orang mau datang berlibur dan berinvestasi. Hasilnya kembali lagi buat kesejahteraan warga Surabaya,” pungkasnya.
(*)
![]()













