Sidoarjo, eksklusif.co.id l 30-09-2026
Enam titik di Kabupaten Sidoarjo menjadi sasaran verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Paripurna tingkat nasional, Rabu (30/9/2026).
Tim verifikator meninjau langsung penerapan sanitasi.
Selain itu, memastikan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan dan lingkungan.
Verifikasi lapangan tersebut dibuka oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo M.
Ainur Rohman yang mewakili Bupati Sidoarjo Subandi.
la didampingi jajaran perangkat daerah terkait, Forkopimda, dan stakeholder.
Dari tim verifikator hadir Johanes Eko Kristiyadi (Kementerian Kesehatan), Adam Udi Velianto (Kementerian Dalam Negeri),
Serta lima tim pendamping dari Provinsi Jawa Timur.
Ainur mengatakan, verifikasi lapangan menjadi bagian
Dari proses penilaian Kabupaten/Kota STBM Award Paripurna 2026.
Namun, dia menegaskan bahwa penerapan STBM tidak semata-mata dilakukan untuk mengejar penghargaan.
Tetapi, menjadi kebutuhan masyarakat dan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan serta lingkungan.
“STBM ini tidak bisa hanya pemerintah saja, namun juga dibutuhkan kekuatan. kolaborasi baik
Dari pemerintah, Forkopimda, stakeholder, hingga masyarakat.
Yang ingin kami pastikan adalah apakah perilaku masyarakat juga berubah seiring berjalannya progran STBM,” ujar Ainur.
Menurut dia, keberhasilan STBM bukan hanya dilihat dari keberadaan sarana dan prasarana sanitasi.
Hal yang lebih penting adalah memastikan masyarakat benar-benar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“STBM adalah sebuah kebutuhan kami. Ini bagian dari kebutuhan masyarakat.
Jadi, meskipun tidak dikonteskan, kami tetap akan menggerakkan program STBM di masyarakat,” tegasnya.
Lima pilar STBM mencakup Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS),
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT),
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga serta Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
Enam Lokus Jadi Gambaran Penerapan STBM
Dalam verifikasi lapangan tersebut, tim mengunjungi enam lokus atau titik
Yang mewakili penerapan STBM sekaligus inovasi sanitasi di berbagai sektor.
Lokus pertama berada di Puskesmas Gedangan. Fasilitas pelayanan kesehatan tersebut
menjadi contoh penerapan Gender Equality, Disability, dan Social Inclusion (GEDSI).
Tim melihat secara langsung bagaimana fasilitas pelayanan publik memperhatikan.
Aspek kesetaraan gender, akses bagi penyandang disabilitas serta inklusi sosial.
Verifikasi dilanjutkan ke TPS3R Pelangi, Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan.
Di lokasi itu, praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat dilakukan melalui pemilahan
Dan pengolahan sampah dari lingkungan.
Pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian Pemkab Sidoarjo.
Saat ini terdapat sekitar 346 desa/kelurahan dengan sekitar 210 di antaranya telah memiliki TPS3R.
Selanjutnya, tim menuju PAMSIMAS Tirta Bening, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu.
Lokus itu menjadi gambaran penyediaan akses air minum melalui program Penyediaan Air Minum
Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). PAMSIMAS,”Jelasnya…..(Ali)
![]()













