Pemerintah

Bupati Subandi Minta Pungutan Pedagang CFD Jadi Rp5 Ribu, Jangan Memberatkan

×

Bupati Subandi Minta Pungutan Pedagang CFD Jadi Rp5 Ribu, Jangan Memberatkan

Sebarkan artikel ini
Foto: Bupati Sidoarjo Menegaskan Menurunkan nilai pungutan

Sidoarjo, eksklusif.co.id l 01-10-2026
Bupati Sidoarjo Subandi SH MKn meminta paguyuban pedagang menurunkan nilai pungutan terhadap pedagang yang berjualan di kawasan Car Free Day (CFD).

Dari Rp15 ribu sampai Rp20 ribu menjadi Rp 5 ribu saja setiap jualan.

Jangan memberatkan para pedagang yang mencari nafkah.

“Kita ingin masyarakat bisa menikmati ruang publik,

Sementara pedagang juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berjualan,” kata Bupati Subandi

Didalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan CFD bagi UMKM di Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (1/10/2026).

Alokasi nilai pungutan pedagang CFD
Rp 5 ribu tersebut diusulkan Rp 2 ribu bagi paguyuban pedagang dan Rp 3 ribu

Untuk mendukung pengelolaan sampah di kawasan CFD.

Bupati Subandi menegaskan, CFD bukan ruang yang dibangun untuk kepentingan bisnis.

Karena itu, pungutan kepada pedagang perlu dibuat proporsional.

Jangan sampai memberatkan pelaku usaha yang memanfaatkan CFD sebagai ruang untuk mencari penghasilan.

“Car Free Day ini berdiri bukan untuk kepentingan bisnis,” tegasnya.

Menurut Bupati Subandi, pungutan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan internal paguyuban pedagang.

Karena itu, penataannya perlu dibicarakan bersama antara paguyuban dan pemerintah.

Agar kebutuhan operasional tetap terpenuhi, tetapi tidak membebani pedagang.

Perwakilan Paguyuban Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (Pedalindo) menjelaskan,

Besaran pungutan
Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu selama ini dibayarkan pedagang digunakan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan CFD.

Di antaranya, untuk kebersihan, dan penanganan sampah,

Serta dana sosial bagi anggota paguyuban yang mengalami sakit maupun meninggal dunia.

Selain persoalan pungutan, perwakilan paguyuban juga menyampaikan aspirasi lain.

Aspirasi itu terkait keberlangsungan usaha pedagang saat pelaksanaan CFD selama bulan Ramadan.

Kegiatan itu dihentikan sementara selama bulan Puasanya.

Pedagang berharap Pemkab Sidoarjo dapat mencarikan solusi bagi pedagang.

Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, pedagang sempat dipindahkan ke kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Namun, kondisi tersebut dinilai kurang memberikan hasil karena jumlah pembeli

Tidak seramai saat berjualan di lokasi CFD kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan sekitarnya.”Jelasnya…..(Ali)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *