DPR

Anggota DPRD Sidoarjo Ingatkan Soal Nikah Dini: Mau Bangun Rumah Tangga atau Rumah Duka

×

Anggota DPRD Sidoarjo Ingatkan Soal Nikah Dini: Mau Bangun Rumah Tangga atau Rumah Duka

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Eksklusif.co.id – Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, menyampaikan materi sosialisasi dampak pernikahan dini remaja di Hotel Luminor Sidoarjo pada Kamis.

“Mau membangun rumah tangga atau rumah duka?” Pernikahan dini bukanlah pilihan terbaik. Menikahkan anak di bawah umur mungkin memuaskan ego orang tua, tetapi membuat hati anak terluka.

Pernyataan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, itu memaksa para orang tua merenung. Selama tiga hari, ia berinteraksi dengan peserta Sosialisasi Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi di Hotel Luminor Sidoarjo.

Peserta berasal dari berbagai organisasi, anak-anak remaja, serta orang tua dari berbagai desa dan kecamatan, organisasi masyarakat, dan profesi.

Dhamroni Chudlori mengingatkan pentingnya kehadiran orang tua bagi anak, terutama di era digital yang tanpa batas. Anggota DPRD Sidoarjo dari PKB itu juga mengingatkan orang tua untuk berhati-hati bila anak-anak memiliki banyak uang tanpa pekerjaan yang jelas.

“Kalau bapak bekerja sebagai tukang rumput dan ibunya pembantu rumah tangga, kita perlu bertanya: dari mana uang yang dimiliki anak-anak itu?” ungkap Dhamroni Chudlori.

Yang dikhawatirkan, anak-anak itu menjadi korban lelaki hidung belang yang dikenal lewat media sosial. Banyak kasus anak terjerat tindakan asusila karena iming-iming fasilitas, misalnya dibelikan handphone mahal, pakaian bagus, dan lainnya, asal mau merelakan tubuhnya.

“Butuh uang untuk gaya hidup sampai menjadi korban buaya darat,” ujar Dhamroni Chudlori, yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo.

Ia menyatakan sangat menolak wacana memberikan kondom untuk pelajar yang pernah muncul beberapa waktu lalu di Indonesia. Ada pembatasan saja masih banyak remaja jadi korban, apalagi bila dibiarkan secara terbuka dengan memberikan alat kontrasepsi.

Sosialisasi Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi membekali orang tua dan remaja agar dapat saling menjaga dalam keluarga. Anak-anak remaja selamat dari paksaan orang tua untuk menikah dini.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, menemani dan berbincang dengan peserta sosialisasi. Mereka akan terhindar dari berbagai risiko pernikahan dini, di antaranya kematian ibu dan bayi, ancaman penyakit menular seksual, dan stres pada ibu hamil (baby blues).

Remaja yang baru melahirkan bisa mengalami sedih, cemas, mudah marah, dan kewalahan. Pernikahan dini juga menimbulkan masalah sosial dan kependudukan. Anak-anak yang belum siap untuk berumah tangga masih labil; sedikit masalah bisa berujung perceraian. Cerai karena usia dini banyak terjadi di Pengadilan Agama.

Orang tua pun terhindar dari risiko akibat menikahkan anak-anak mereka dini. Sebab, jika memaksa anak menikah meski masih di bawah umur, orang tua akan terbebani. Anak-anak yang belum mampu mandiri akan selalu merepotkan orang tua, baik secara ekonomi maupun pengasuhan balita.

Apalagi bila remaja belum punya tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. Masih suka keluyuran, jalan-jalan, dan belanja online tanpa memperhitungkan tingkat keperluannya.

“Hobinya mengaji surat Al Lazada. Nanti istrinya tambah glowing, tetapi suaminya gulung kuming,” tutur Dhamroni Chudlori, yang disambut tawa peserta sosialisasi.

Anggota DPRD Sidoarjo dari Tulangan ini memang mampu menyampaikan hal-hal penting lewat humor. Perumpamaan lucu memudahkan audiens memahami materi sosialisasi, cepat dekat dengan masyarakat, dan mudah berinteraksi.

Dhamroni punya gaya komunikasi yang gampang sambung dengan konstituen, gaul, baik dalam acara resmi maupun saat menyambangi warga di Tulangan, Krembung, Prambon, Wonoayu, serta desa atau kecamatan lain.

“Kalau ada masalah di lapangan, tolong beri tahu saya nggih,” kata Dhamroni Chudlori saat menemani makan peserta Sosialisasi Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi di Hotel Luminor Sidoarjo pada Kamis (5 Februari 2026).
(Ali)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *