Surabaya, Eksklusif.co.id – Semangat berbagi dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan melalui kegiatan shodaqoh santunan anak yatim dan buka puasa bersama yang digelar di Masjid Ar-Rahman Pengampon yang berlokasi di Jalan Pengampon 8 No. 30 Surabaya. Kegiatan yang telah memasuki tahun ke-23 ini berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan dengan dihadiri sekitar 40 anak yatim, tokoh agama, panitia, serta para donatur.
Acara keagamaan tersebut dipimpin oleh Ustadz H. Ismail Marijan, S.Ag., bersama Ustadz Aba Saruji yang memberikan tausiyah kepada para jamaah tentang pentingnya meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan selama bulan Ramadan, terutama dengan menyantuni anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Ismail Marijan menegaskan bahwa shodaqoh kepada anak yatim merupakan amalan yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Selain memberikan manfaat langsung kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang, santunan tersebut juga menjadi sarana untuk memperoleh keberkahan hidup.
“Berbagi kepada anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW sangat memuliakan anak yatim, bahkan orang yang menyantuni mereka dijanjikan kedekatan dengan beliau di surga,” ungkapnya di hadapan para jamaah yang hadir.
Kegiatan santunan ini diawali dengan pembacaan doa bersama, dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan, serta penyerahan santunan kepada para anak yatim. Suasana penuh haru dan kebersamaan tampak ketika para anak yatim menerima bantuan dari para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya.
Ketua panitia kegiatan, Ghufron, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama ini merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim di lingkungan sekitar.
“Kami bersyukur kegiatan ini dapat terus berlangsung hingga tahun ke-23. Ini semua berkat dukungan para donatur yang dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu anak-anak yatim serta mendukung kegiatan sosial keagamaan di bulan Ramadan,” ujar Ghufron.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari berbagai pihak, termasuk dari unsur kepolisian serta instansi pelayanan publik di Jawa Timur. Sejumlah donatur dari jajaran Polda Jawa Timur, RTMC Ditlantas Polda Jatim, serta Satreskrim Polrestabes Surabaya turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.
Selain itu, sejumlah kantor Samsat di wilayah Jawa Timur juga memberikan dukungan, di antaranya Samsat Surabaya Utara, Samsat Surabaya Selatan, Samsat Surabaya Barat, Samsat Surabaya Timur, Samsat Sidoarjo Kota, hingga Samsat Trosobo yang turut berkontribusi dalam kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama tersebut.
Awak media Musthofa dari liputansurabaya.id bersama Rossi dari liputankasus.com juga turut berperan dalam membantu menyampaikan proposal kepada sejumlah pihak sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.
Ghufron menambahkan bahwa kepedulian dari berbagai pihak menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan gotong royong masih sangat kuat di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum Ramadan yang penuh berkah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan untuk kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama ini. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda,” tambahnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara para anak yatim, panitia, tokoh masyarakat, serta para undangan yang hadir. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan terasa begitu hangat, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan shodaqoh santunan anak yatim ini diharapkan dapat terus menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
(Muis)
![]()













