Purwakarta, Eksklusif.co.id – Mekanikal elektrikal bernama Adam, warga Bandung, mengalami insiden luka serius di bagian kepala setelah tertimpa material kayu dari lantai atas saat sedang bekerja di proyek pembangunan gedung perkuliahan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta.
Menurut Adam di lokasi kejadian, saat itu dirinya tengah melakukan pengelasan pipa di bagian bawah bangunan. Tanpa diduga, potongan kayu yang dibuang oleh pekerja sipil dari atas langsung mengenai kepala,” ungkapnya.
“Kayu dibuang pekerja dari atas kena kepala saya,” Kata Adam kepada awak media dilokasi proyek tersebut, Sabtu 25 April 2026.
Kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih, yang lokasinya sangat dekat dengan lokasi proyek itu, guna mendapatkan penanganan medis.

Tim medis melakukan tindakan jahit luka di kepala korban total 10 jahitan. Hal itu diketahui tanpa pemeriksaan lanjutan berupa rontgen kepada korban yang mengalami benturan keras.
“Tidak ada pemeriksaan rontgen, cuma dijahit 10 jahitan,” ucap korban.
Pekerja itu mengaku, sebelum kejadian sudah mengingatkan mandor agar pekerja di bagian atas tidak membuang material sembarangan ke bawah. Hal itu disampaikan mengingat adanya aktivitas pengelasan di area bagian bawah proyek tersebut.
Diduga, peringatan itu diabaikan dan berujung insiden yang menyebabkan korban terluka
“Sudah ngomong ke mandor, yang diatas kalau buang material ke bawah terlebih dahulu lihat-lihat jangan asal buang,” jelas Adam.
Mirisnya, Adam mengakui saat kejadian tidak menggunakan helm atau Alat Pelindung Diri (APD) lainnya, bukti lemahnya penerapan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proyek tersebut.
“Saya gak pake helm waktu kerja,”ucap Adam.
Saat dikonfirmasi awak media, Mahmud, kepala pekerja terkait dalam proyek Kampus UPI itu menyampaikan, prosedur K3 telah dijalankan, termasuk briefing rutin setiap pagi sebelum kegiatan berlangsung.
“Setiap pagi kita rutin melakukan brifing untuk K3, tapi kadang kan pekerjanya suka-sukanya saja,” kata Mahmud.
Saat Awak media di lokasi proyek, jelas terlihat para pekerja tidak menggunakan K3 sesuai regulasi aturan semestinya.
Diketahui, Proyek pembangunan dengan nilai anggaran Rp33.207.315.000 Kampus UPI ini, dikerjakan oleh PT. Bangun Bumi Persada Jaya dan pengawasan dari PT. Delta Buana Konsultan.
Sorotan serius terhadap pengawasan proyek khususnya dalam penerapan K3 sangat besar, kelalaian terhadap keselamatan kerja dinilai tidak bisa ditoleransi karena menyangkut nyawa pekerja yang harus diutamakan.
Konsultan pengawas terkait perihal evaluasi atau langkah tegas pasca kecelakaan belum diketahui.
(Laela)
![]()













