Sidoarjo, Eksklusif.co.id – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Modern Pentathlon Indonesia Kabupaten Sidoarjo resmi menetapkan Abdullah sebagai Ketua MPI Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2026–2030 melalui Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) 2026 yang digelar pada Jumat (16/5/2026).
Muskablub yang berlangsung di Ruang Rapat KONI Kabupaten Sidoarjo tersebut dipimpin langsung oleh Ucok Situmorang selaku Ketua Sidang Muskablub 2026.
Dalam forum tersebut, seluruh peserta menyepakati penetapan Abdullah sebagai Ketua MPI Kabupaten Sidoarjo secara aklamasi tanpa melalui proses voting.
“Seluruh tahapan berjalan sesuai aturan MPI Kabupaten Sidoarjo dan disepakati bersama, sehingga keputusan ditetapkan secara aklamasi,” kata Ucok.
Ucok menegaskan proses Muskablub berjalan lancar, tertib, dan sesuai mekanisme organisasi cabang olahraga MPI. Seluruh peserta disebut mengikuti setiap tahapan sidang secara kondusif hingga tercapai kesepakatan bersama.
“Forum berjalan kondusif dan seluruh peserta menerima hasil keputusan secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keputusan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Muskablub MPI Sidoarjo Nomor 40/BA.MPI-SDA/V/2026. Muskablub turut dihadiri pengurus MPI Sidoarjo, Pengprov MPI Jawa Timur, perwakilan komunitas, serta KONI Kabupaten Sidoarjo.
Setelah terpilih sebagai Ketua MPI Sidoarjo, Abdullah langsung mengarahkan kepengurusan baru untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mempercepat pembinaan dan penjaringan atlet potensial di Kabupaten Sidoarjo.
Pria yang akrab disapa Cak Dullah itu menegaskan bahwa MPI Sidoarjo akan memperluas penjaringan atlet melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, mulai tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, pola pembinaan atlet tidak bisa hanya bertumpu pada klub olahraga semata. Karena itu, MPI Kabupaten Sidoarjo akan menggelar sosialisasi modern pentathlon sekaligus menggandeng lingkungan pendidikan dan masyarakat untuk menjaring bibit atlet sejak usia dini.
“Kami akan berkolaborasi dengan sekolah dan kampus untuk sosialisasi sekaligus melakukan penjaringan atlet potensial secara terbuka sejak dini. Dengan langkah seperti ini, masyarakat Kabupaten Sidoarjo dapat lebih mengenal dan memiliki minat terhadap cabang olahraga MPI ini,” jelas Cak Dullah.
Ia menilai langkah tersebut penting agar regenerasi atlet berjalan lebih luas, terarah, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bendahara Umum MPI Jawa Timur, Danny Setiawan menyebut Kabupaten Sidoarjo memiliki fondasi kuat dalam pengembangan modern pentathlon karena mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Salah satunya adalah atlet asal Kabupaten Sidoarjo, Dea Salsabila yang berhasil meraih medali emas pada PON XX Papua 2021 dan PON XXI Aceh–Sumut 2024 di cabang open water swimming.
Danny menambahkan, Dea Salsabila juga menyumbangkan medali emas untuk Indonesia pada ajang SEA Games Kamboja 2023 dan SEA Games Thailand 2025 di cabang modern pentathlon.
“Ini bukti pembinaan di Kabupaten Sidoarjo sudah kuat dan mampu melahirkan atlet berprestasi,” kata Danny.
Ia juga mengapresiasi capaian MPI Kabupaten Sidoarjo pada Porprov Jatim 2024 yang berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Juni 2024.
Dalam ajang tersebut, atlet MPI Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih juara 1 medali emas nomor triathle (menembak, renang, dan lari) serta juara 2 medali perak nomor laser run (lari dan menembak).
Menurut Danny, capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan atlet modern pentathlon di Kabupaten Sidoarjo.
Danny menjelaskan, modern pentathlon merupakan cabang olahraga pancalomba modern yang menggabungkan lima disiplin olahraga, yakni renang 100 meter, anggar, obstacle race, lari 3.000 meter, dan menembak laser 10 meter.
“Harapannya MPI Sidoarjo tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu melahirkan lebih banyak atlet muda berdaya saing di tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” pungkasnya.
(Red/Ali)
![]()













