Pemerintah

Melaui IDM, Peningkatan Signifikan Status Desa di Sumenep Bertambah Pesat

578
×

Melaui IDM, Peningkatan Signifikan Status Desa di Sumenep Bertambah Pesat

Share this article
Keterangan Foto: Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Dewi Khalifah.

SUMENEP, Eksklusif.co.id. – Peningkatan signifikan status desa dalam Indek Desa Membangun (IDM) sebagai desa mandiri di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bertambah pesat, Kamis (20/6/2024). Terbukti dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan Wakil Bupati Dewi Khalifah, berhasil mendorong peningkatan status desa melalui perkembangan data IDM sejak 2016 hingga 2024. Dari data IDM 2016, ada sebanyak 10 desa sangat tertinggal, 124 desa tertinggal, 186 desa berkembang dan 10 desa maju. Sedangkan pada 2024, sebanyak 92 desa berkembang, 137 desa maju, dan sebanyak 101 desa mandiri.

IDM Kabupaten Sumenep mengalami kenaikan dan perubahan sangat signifikan itu, pada tahun ini tidak ada lagi status desa sangat tertinggal dan desa tertinggal. Wakil Bupati (Wabup) Sumenep mengatakan, desa-desa yang masih berstatus berkembang untuk memacu menjadi desa maju, dan desa maju terus berpacu meningkatkan menjadi desa mandiri, sehingga akhirnya seluruh desa berstatus sebagai desa mandiri. “Kami meminta pemerintahan desa terus membangun dan memberdayakan masyarakat melalui berbagai programnya, supaya seluruh desa di Kabupaten Sumenep berstatus mandiri dengan landasan IDM,” kata Wabup pada acara Penetapan Status Desa 2024, di Kantor Bupati, Rabu (19/6/24).

Menurutnya, pemerintahan desa harus bersinergi dan bekerjasama dalam membangun desa untuk menuju desa mandiri, guna mewujudkan proses pembangunan dari desa menuju kota sebagai konsep pembangunan telah berjalan dengan baik. “Karena itulah, kepala desa harus berkolaborasi dengan multi pihak (pentahelix) dalam pembangunan desa dalam rangka mencapai tujuan bersama untuk kesejahteraan masyarakatnya,” terang Wabup Sumenep. Wabup menuturkan, Kepala Desa mengelola dan mengembangkan potensi di setiap desanya secara berkelanjutan, untuk membangun kemandirian ekonomi demi menciptakan kesejahteraan masyarakatnya. “Yang jelas, kepala desa bersama masyarakat dengan semangat gotong royong membangun desa melalui pengembangan potensi lokal desa,” tandasnya. (Sn/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *