SURABAYA – Eksklusif.co.id – Parade Surabaya Juang 2026 akan mengajak masyarakat mengenang kembali perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tak hanya menampilkan barisan peserta, parade tahun ini juga menghadirkan teatrikal yang melibatkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai Kolonel Sungkono dan Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani sebagai Ibu Pertiwi. Kisah Soegiarto, pemain Persebaya yang meninggalkan lapangan sepak bola untuk ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan, juga akan diangkat dalam rangkaian pertunjukan.
Mengusung tema “Suroboyo Wani”, Parade Surabaya Juang 2026 digelar pada Minggu (1/11/2026), mulai pukul 14.30 WIB. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak warga untuk datang bersama keluarga dan menyaksikan langsung pertunjukan yang memadukan rekonstruksi sejarah, seni, serta semangat kebangsaan tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan parade ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan sejarah perjuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui teatrikal, kisah perjuangan yang pernah terjadi di Surabaya dihadirkan dalam bentuk pertunjukan yang bisa dinikmati sekaligus menjadi sarana belajar lintas generasi.
“Pada teatrikal pembukaan di kawasan Tugu Pahlawan, Wali Kota Eri Cahyadi akan memerankan Kolonel Sungkono, tokoh yang memimpin pertahanan Kota Surabaya. Sementara itu, Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani berperan sebagai Ibu Pertiwi yang menyampaikan doa dan amanat perjuangan kepada para pejuang sebelum menghadapi pertempuran,” kata Herry, Rabu (28/10/2026).
Selain kisah para tokoh perjuangan, parade juga mengangkat cerita Soegiarto, pemain Persebaya era 1930-an yang meninggalkan lapangan hijau untuk turut mempertahankan Surabaya. Kisahnya menjadi pengingat bahwa perjuangan membela tanah air datang dari berbagai kalangan, termasuk mereka yang sebelumnya berkarya di dunia olahraga.
“Perjuangan Soegiarto menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tanah air bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Setiap orang memiliki peran dalam perjuangan, sesuai dengan kemampuan dan keadaan pada masanya,” jelasnya.
Sepanjang rute parade, masyarakat juga dapat menyaksikan sejumlah adegan bersejarah lainnya. Di kawasan perempatan gedung eks-Siola, misalnya, akan ditampilkan teatrikal perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP). Kisah pertempuran di kawasan Tunjungan turut diangkat, sementara di depan Hotel Majapahit digelar prosesi penghormatan kepada bendera Merah Putih untuk mengenang perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Parade Surabaya Juang 2026 melibatkan sekitar 2.150 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), TNI, Polri, Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, organisasi kepemudaan, hingga elemen masyarakat lainnya. Keterlibatan berbagai kalangan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan tentang sejarah perjuangan Surabaya agar tetap dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
“Parade akan dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan di Jalan Pahlawan, kemudian bergerak melewati sejumlah ruas jalan di pusat kota hingga berakhir di kawasan Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo. Dengan jarak sekitar 2,5 kilometer, masyarakat dapat menyaksikan parade dan atraksi teatrikal di sejumlah titik sepanjang rute,” paparnya.
Menurut Herry, semangat “Suroboyo Wani” yang diangkat dalam parade tidak hanya berkaitan dengan keberanian para pejuang di medan pertempuran. Semangat itu juga dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-hari, seperti berani belajar, berkarya, meraih prestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ia pun mengajak warga memanfaatkan momentum ini untuk mengenalkan sejarah perjuangan kepada anak-anak dan generasi muda. Dengan menyaksikan langsung rangkaian teatrikal, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga memahami nilai keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan para pejuang.
“Mari datang bersama keluarga dan saksikan Parade Surabaya Juang 2026. Kami berharap kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menanamkan semangat keberanian, persatuan, dan cinta tanah air kepada generasi penerus,” pungkasnya. (Red)
![]()













